Musyrif & Musyrifah UNIRES Menyabet Dua Juara pada Kompetisi Ide Kreatif UMY 2019

Kompetisi Ide Kreatif Mahasiswa UMY merupakan program kegiatan bagi iklim akademik mahasiswa UMY yang dirancang dalam rangka peningkatan kreativitas, inovasi, visi, solusi, dan kemandirian melalui kompetisi proposal di berbagai macam bidang. Bidang-bidang yang ada antara lain ialah bidang Penelitian, Pengabdian, Kewirausahaan, Karsa Cipta, Penerapan Teknologi, Artikel Ilmiah, Gagasan Futuristik dalam bentuk Gagasan Tertulis, hingga Videografi (Gagasan Futuristik Konstruktif). Timeline kompetisi ini dimulai dari tahapan pembuatan akun dan pengumpulan proposal pada 21 September sampai 11 Oktober yang diikuti pengumuman lolos grand final pada 16 Oktober. Grand Final kompetisi ini diadakan pada 26 Oktober 2019.

Dalam kompetisi kali ini, tiga Musyrifah dari unires dengan beda tim dan beda kategori ikut berpartisipasi dan berhasil lolos tahap grand final serta menyabet juara 1 dan 3. Tim pertama diikuti oleh Rinaldi (Teknik Informasi 2016, SR Unires) bersama dua rekannya dalam bidang PKM-M (Pengabdian Masyarakat). Tim yang lain diikuti oleh Wulan Rara Priyono (Ilmu Ekonomi 2017, SR Unires) dan Suci Alpika Fitri (IPIEF 2017, ASR Unires) bersama satu rekan lainnya dalam bidang PKM-K (Kewirausahaan).

Tim PKM-M yang dipimpin Rinaldi mengangkat tema Implementasi Flipped Lesson pada Platform Online sebagai metode praktis pembelajaran Al-quran untuk pengajar TPA. Ide ini berhasil membawa timnya menyabet juara 1. “Ini merupakan platform belajar Al-quran berbasis online terkhusus untuk anak-anak yang belajar di Taman Pendidikan Alquran (TPA)”, ungkap Rinaldi.

Rinaldi menyampaikan harapan besarnya agar pendidikan di Indonesia bisa merata ke seluruh pelosok negeri. “Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk kepentingan di dunia semata, namun juga penting dirancang untuk persiapan setelah kematian (akhirat)”, jelasnya

Sejalan dengan Rinaldi, Suci juga menjelaskan tema PKM-K yang mereka ambil ialah sistem aplikasi berupa Sistem Aplikasi Tour Guide Wisata Culture Multi Bahasa Daerah Istimewa Jogyakarta yang mereka beri nama JogjaTourTure.com. Ide ini berhasil membawa timnya menyabet juara 3. “Disini, kami membahas tentang penggunaan aplikasi yang mirip dengan aplikasi ojek online namun fokus dalam mengangkat kultur Jogjakarta. Mulai dari transportasi, makanan khas daerah, sampai wisata lokal yang jarang dipublikasi,” jelas Suci. Ia juga menjelaskan bahwa aplikasi yang mereka ingin kembangkan memiliki fitur multi bahasa agar mempermudah komunikasi antar wisatawan asing dengan driver aplikasi.

Wulan juga menambahkan terkait fitur aplikasi yang memperkenalkan sejarah setiap tempat wisata ataupun menu makanan yang disediakan oleh aplikasi, “Misalnya wisatawan asing memilih menu food-tour dan memilih makanan tradisional sate klatak. Aplikasi akan menmberikan informasi tentang sejarah sate klatak yang tersedia dalam berbagai bahasa. Begitu pula jika wisatawan ingin mengetahui informasi tentang wisata dan transportasi lokal.”.

Kedepannya, Wulan dan Suci berencana untuk memasukkan proposal mereka ke PKM Pimnas dengan pemantapan isi dan fokus. Wulan mengatakan bahwa mereka juga berharap aplikasi JogjaTourTure.com dapat terealisasikan, meskipun hambatan terbesar mereka ialah biaya pembelian database untuk aplikasi mereka. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan pendanaan untuk merealisasikan aplikasi revolusioner mereka ini. “Dengan adanya pendanaan dan berhasilnya perealisasian aplikasi ini, pemerintah akan sangat dibantu untuk menambah jumlah turis ke Yogyakarta dengan mudah. Kultur daerah pun dapat terangkat dan lebih dikenal banyak orang,” lanjut Wulan lagi. (Rin/MR)

Leave a Reply