Dr. Ahmad Sahide Ajak Mahasiswa Unires Bangun Tradisi Menulis

Ilmu pengetahuan adalah instrumen paling canggih yang menentukan kemajuan dunia. Manusia mempelajari ilmu yang diwariskan oleh para ilmuwan terdahulu dan mengembangkannya. Dengan itu, manusia mampu melahirkan terobosan-terobosan dalam segala hal seperti teknologi super canggih yang telah banyak hadir di era ini.Lalu bagaimana ilmu itu diwariskan? Yaitu dengan tulisan. “Menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramoedya Ananata Toer). Mengapa? Karena ilmu pengetahuan bisa dibaca dan dikembangkan generasi selanjutnya melalui karya tulis”. jelas Dr. Ahmad Sahide, pendiri dan pegiat Komunitas Belajar Menulis(KBM) yang juga Sekertaris program studi Magister HI UMY saat menjadi pembicara pada Workshop Kepenulisan Unires UMY Sabtu, 26 Oktober 2019.

“Setiap orang harus menulis. Selain untuk menyalurkan ilmu, menulis adalah salah satu terapi untuk mengatasi stress, seperti yang dilakukan BJ Habibi saat ditinggal istrinya Ainun”, Lanjutnya. Dr. Ahmad Sahide menjelaskan bahwa prinsip dalam menulis adalah tekun, disiplin dan konsisten. Jangan senang mencari alasan untuk tidak menulis. Salah satu tantangan besar untuk memulai menulis adalah menemukan ide tulisan. ” Dan salah satu alternatif kuncinya adalah banyak membaca. Karena bisa memperluas pola pikir, memperkaya diksi dan membantu merasakan ruh sebuah tulisan”, ucapnya. Dr. Sahide melanjutkan, beberapa tantangan menulis lainnya seperti, khawatir tidak bagus, takut tidak terbit, dan keinginan besar untuk disanjung. Semuanya harus dihilangkan karena menghambat untuk berproses”, jelasnya

Peserta Workshop Kepenulisan Unires

Workshop Kepenulisan berjalan seru dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang terdiri dari Staf Kepembinaan Unires dan Residen dengan kuota 60 kursi. Triantika selaku peserta dari Residen mengatakan bahwa telah mendapat wawasan baru tentang kepenulisan. Hal tersebut membuatnya ingin menekuni lebih dalam bidang kepenulisan hingga bisa menemukan gaya tulisannya sendiri. Muhammad Syahrir selaku peserta dari Staf Kepembinaan Unires juga menjelaskan bahwa workshop ini telah membangkitkan semangatnya untuk menulis. Mengutip kalimat Dr. Ahmad Sahide, “Dengan menulis, kita akan dikenal banyak orang, dan akan menjadi orang yang abadi lewat tulisan”, tutupnya dalam sesi wawancara. (MR)

Leave a Reply