Hidup Diantara Eksis dan Narsis

Setiap perjuangan haruslah bertujuan. Seperti halnya kita hidup pasti memiliki beribu alasan dan cara untuk mencapai target yang kita inginkan. Tujuan itu dapat merangkai masa depan, menggairahkan kehidupan dan melindungi diri dari jalan hidup yang penuh dengan lika-liku. Hidup butuh perjuangan dan teruslah berjuang untuk hidup. Tapi hidup jangan sekedar berjuang untuk tetap hidup, karena arti kehidupan ialah ketika kita bisa menjadi seorang yang bermanfaat dan bermakna bagi sesama.

Di era sosial media seperti sekarang, banyak cara yang bisa dilakukan agar kelihatan eksis. Mulai dari memajang foto, mengupdate status dan memberitahukan kepada dunia, apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu kerjakan, ujung-ujungnya memang membawa kredibilitas. Tetapi, eksis terlalu berlebihan membuat orang menjadi sangat Narsis. Ketika menjadi narsis, seseorang mulai jadi sakit. Memuji dirinya berlebihan dan ujung-ujungnya sangat menuntut orang untuk memujanya.

Teruslah hidup dengan kebermanfaatan dan kebermaknaan bagi sesama serta dilandasi dengan rasa syukur kepada Sang Pemberi Kehidupan, karena hidup itu tentang bagaimana membangun kesan terhada lingkungan sekitar.

Apa yang anda fikirkan ketika anda mendengar nama Nabi Muhammad SAW? Atau Cristiano Ronaldo? Bagaimana dengan Gayus Tambunan? Pasti kita semua punya kesan khusus untuk setiap nama yang saya sebutkan tadi. Nah, sekarang saya balik pertanyaannya, “Kira-kira apa kesan orang lain ketika medengar namamu?” Pasti kita berharap jika setiap orang yang mendegar nama kita akan memikirkan kesan yang positif. Namun, sudut pandang dan pribadi setiap orang pastilah berbeda-beda, tinggal bagaimana kita menyikapinya agar tercipta suatu kesan yang positf.

Jatuh cinta pada pandangan pertama bisa terjadi dengan siapa saja, termasuk terkesan pada pertemuan pertamapun bisa terjadi dengan semua orang. Namun, orang lebih cenderung mengenang bagaimana kita mengakhiri suatu aktifitas ketimbang bagaimana memulainya. Begitu pula dengan Allah SWT, Allah lebih menyukai mantan preman daripada mantan ustad dan lebih baik meninggal pada keadaan khusnul khotimah ketimbang suul khotimah. So, make happy ending and do the best wherever you are.

Bergayalah semampu dan seadanya kita. Bekerja dengan tulus dan beramal dengan ikhlas, karena jika terlalu berlebihan dapat menyebabkan diri kita menjadi seorang yang narsis. Lalu, apa sih bedanya eksis dan narsis?

Orang-orang yang narsis mempunyai ciri-ciri :

  • Shameless: nggak punya malu (talk too much about herself, sampai kita risih atau eneg)
  • Arrogance: merasa orang lain lebih rendah dan lebih nggak mampu
  • Iri: melihat kesuksesan orang lain dengan iri dan bisa mengata-ngatai orang lain dgn buruk
  • Entitlement: menuntut orang untuk menghargai.
  • Mengekploitasi: menjadikan orang lain sebagai korban dan sumber kesenangan bagi dia.

Sedangkan orang yang mempunyai jiwa Eksis ialah :  “If you don’t scream about yourself, people will think u’re not exist!”

  • Berani tunjukkan kemampuannya: Dunia perlu tahu apa yang mampu aku lakukan, tetapi aku mengakui juga kehebatan orang lain.
  • Tidak Iri dan Menghargai Orang lain: Love self, respect others.
  • Tidak anti umpan balik: ketika orang nggak suka dan nggak senang, dia tidak terganggu.
  • Sadar tidak mungkin senangkan hati orang.
  • Cukup otentik: apa yang ditampilkan dan kalau kita ketemu, kurang lebih sama

Ingat! Menjadi narsis tidaklah jelek 100%, ada sisi positifnya ketika seseorang mempunyai sikap yang narsis. Mereka termotivasi untuk melakukan hal yang baik, meski tujuannya untuk dikagumi, bukan value dan senang dengan pekerjaan tantangan tinggi, walau berhasil ia berharap akan diberi tepuk tangan. Namun, coba kita fikirkan lagi, banyak mana manfaat dan mudorotnya jika kita menjadi seseorang yang bersikap narsis.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman:18)

Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwasannya narsis dapat digolongkan sebagai sikap sombang dan membanggakan diri sendiri yang mengarahkan kita kepada sikap ujub atau takabur. Perilaku ini tentunya merupakan suatu sikap yang tidak terpuji sebagaimana kita umat Islam yang berpegang teguh pada pedoman Al-Qu’an dan As-Sunnah. Jadi, jalani hidup ini dengan penuh keikhlasan dan rendah terhadap semua insan. Karena, Andai bulan tau darimana asal cahaya yg ia pancarkan ke bumi itu berasal, mungkin ia takkan rela meninggalkan bintang sendrian di kala malam tiba.

Ditulis Oleh:

 

Azmi Muhammad Islam residen Umar bin Khattab
Azmi Muhammad Islam
residen Umar bin Khattab

Keajaiban Alquran

Suatu sore aku dilanda sakit kepala yang amat dalam.

Aku tau saat itu aku kecapean.

Aku kurang tidur, pola makan tidak teratur, kacau deh pokoknya.

Saat itu aku pulang maghrib.

Aku ga kuat buat naik ke atas, lantai 3, untuk solat maghrib.

Kebetulan kamarku di lantai 2.

Ketika itu, badan aku panas dan kebetulan pula, temanku ada yang telat naik ke atas.

Langsung saja, kusuruh dia untuk solat berjamaah di kamarku saja denganku.

Aku melakukan ini, karena aku tau di atas solat jamaahnya udah selesai.

Tinggal dzikir, kultum, dan murojaah.

Aku juga tau,  pada saat itu aku lemes banget.

Aku takut pingsan tiba-tiba.

Setelah aku selesai solat, aku mencoba tiduran di kasurku.

Teman-teman menyarankanku untuk minum obat.

Tapi demi apapun yakk.. Aku benci. Aku bosan.

Aku terlalu sering mengonsumsi obat manakala aku terjatuh sakit.

Aku mencoba diam.

Namun demikian, pusing itu tak kunjung hilang.

Aku lihat laptopku.

Aku mencoba membukanya.

Aku tau, jikalau aku membuka laptop, rasa pusingku itu pasti akan bertambah.

Tapi, entahlah. Aku bersikeras membukanya.

Ku buka Windows Media Player.

Dan kulihat sebuah list yang membuatku penasaran.

List itu berjudul Juz 30.

Aku buka dan aku coba play.

Aku juga mengaturnya supaya semua lagu itu memutar dikala usai.

Setelah itu aku kembali tiduran dikasur.

Aku terdiam sambil mendengarkan murotal juz 30 itu.

Aku,

aku merasakan kebahagian.

aku merasakan ketentraman

aku merasakan sebuah energi yang merasuk di dalam diriku.

 

2 jam setelahnya.

Aku haus.

Aku ingin minum.

Aku pergi ke balkon untuk ambil air minum,

dan aku kembali ke dalam, duduk di kasur sambil minum air putih yang ada di gelas mungil ku itu.

 

Tiba-tiba..

Tiba tiba aku merasa.

Aku merasa jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Aku tidak merasakan sakit lagi.

Aku tidak merasa pusing sama sekali.

Aku merasa seperti sudah tidur lama.

Aku merasa seperti ada suatu zat, bagaikan heroin, yang dapat menenangkan.

Yaaa . . .

Aku tau

Aku tau itu berasal dari murotal yang aku nyalakan sedari tadi.

Maha Suci Allah yang berkenan untuk menyembuhkanku.

Aku senang sekali.

Aku bersyukur atas kenikmatan Allah yang luar biasa ini.

Aku yakin, sobat pasti akan merasakan keajaiban Alquran, meskipun di lain cerita

Ga percaya?

Buktikan sendiri!!

Ditulis Oleh:

Itsna Amaliatun Residen
Itsna Amaliatun
Residen

Teman Adalah Aset

Semakin banyak warna yang berbeda semakin indah bukan. Seperti halnya pelangi, dia indah bukan? Memiliki berbagai macam warna membuat orang terkagum-kagum ketika melihatnya. Jarang loh orang yang ketika melihat pelangi berkata “ah biasa saja” pasti kebanyakan berkata “wah!  Indahnya ya”, sampai-sampai tak jarang loh yang gak ngeluarin kameranya untuk memotretnya. Bener gak?????

Begitupun dengan pertemanan, ketika kita bisa berteman dengan banyak orang akan semakin banyak warna dalam hidup kita dan akan indah seperti halnya pelangi. Dengan banyak teman akan membuat kita mengenal berbagai macam karakter orang, sehingga kita pun tanpa disadari akan belajar bagaimana cara memahami karakter orang lain.

Sering kita berpendapat bahwa berteman itu mudah, ya memang mudah tapi jangan dikira kita berteman hanya untuk sekedar berteman saja. Ketika kita berteman kita harus tahu apa manfaat dari sebuah pertemanan kita itu. Apakah akan bermanfaat baik atau malah sebaliknya. Karena teman merupakan faktor yang sangat kuat mempengaruhi diri kita. Baik anak-anak, remaja, bahkan kita yang sedang menju proses kedewasaan. Biasanya peran teman sangat penting untuk kita. Nah maka dari itu berhati-hatilah ketika kita memilih teman. Jangan sampai karena teman, kita menjadi orang yang tidak baik. Ya….meskipun dalam sebuah syair dikatakan boleh kita berteman dengan siapa pun sekali pun itu penjahat, tapi kan dibalik kata-kata itu juga tersimpan tanda kutipnya. Boleh berteman dengan penjahat asal kita bisa membawa dia kejalan yang benar.

Ada ayat Al-Qur’an yang mengatakan “Wahai orang-orang yang beriman!!! Bertakwalah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang bersifat benar. (Q.S At-Taubah : 119)”. Nah itu teman-teman perintah Allah kepada kita agar kita berteman dengan orang baik. Kenapa demikian teman-teman, karena teman merupakan aset untuk kita. Kenapa saya bilang teman adalah aset untuk kita???

Jawabannya adalah, pertama ketika kita berteman dengan pedagan ikan maka kita akan ikut bau ikan dan ketika kita berteman dengan pedagang minyak wangi maka kita akan terbawa wangi. Kedua, ketika kita berteman hanya dengan satu orang saja atau hanya dengan orang sekampung atau sedaerah kita saja, maka informasi yang kita dapatkan pun akan sedikit. Contohnya, ketika kita sudah lulus kuliah kita akan berhadapan dengan dunia baru yaitu dunia kerja. Ketika kita banyak teman disana-sini. maka akan lebih banyak informasi yang kita dapatkan dari teman itu, jadi untuk mencari pekerjaan pun tidak akan terlalu sulit. Contoh lain ketika kita banyak teman disana-sini, maka ketika kita sedang bepergian kemana pun tidak akan merasa kesulitan, ya seenggaknya kita bisa menginap secara gratis kan dari pada harus nginep dihotel jadi lebih murah nginep dirumah temen sekalian mempererat silaturahmi. Ketiga, ketika kita punya teman baik, insyaAllah kita pun akan terbawa baik. Disinilah aset yang paling penting, aset yang akan membawa kita ke jalan menuju ridho-Nya.

Maka dari itu teman-teman mulailah dari sekarang kita cari teman yang bisa membawa kita menuju ridho-Nya. Meskipun posisi kita sekarang berteman dengan orang yang kurang baik, marilah ajak teman kita menuju jalan yang lebih baik, jangan sekali-kali kita meninggalkannya sebelum kita mengajaknya ke jalan yang benar. Akan tetapi ajaklah dengan ajakan yang halus dan jangan pernah sedikitpun kita memaksa. Jagalah pertemanan kita dengan sesama dan perbanyaklah berteman dengan orang yang kita tidak kenal. Karena sesungguhnya kita semua manusia adalah teman. Perbanyaklah warna pada kesempatan hidup kita yang hanya sementara ini.

Nah itu dia coretan saya kali ini, semoga bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

Ditulis Oleh:

Siska Mustika Residen
Siska Mustika
Residen

Muslimah

Alangkah indahnya terlihat,

berjalan seorang muslimah mu’minah.

Dengan berpakaian taqwa, jilbab lebar disandangnya,

berjalan dengan penuh tawadhu’.

Langkahnya, layaknya seorang pejuang muslimah,

tenang, penuh keyakinan, berwibawa dan penuh semangat mujahidah.

Sebalik fisiknya menggetarkan jiwa-jiwa,

bukanlah getaran nafsu, melainkan getaran keinsyafan,

untuk mengenal Allah lebih dekat.

Sekeping hati yang dipenuhi setiap ruang dan sudutnya,

dengan senantiasa mengingat Allah.

Seulas bibir syahdu mengalunkan dzikrullah.

Sepasang mata redup, terjaga dari pandangan maksiat.

Gerak-geriknya menggambarkan kepribadian dirinya.

Lembut dalam ketegasan, kasih sayang terpancar dari sinar matanya.

Bahasa tubuh lahir dari hati nurani yang ikhlas karena Dia.

Tidak keluar dari bibir merona yang senantiasa berhiaskan senyum keimanan,

melainkan hikmah, haq, serta mutiara ukhuwah,

hanya dengan melihat perwatakannya,

cukup tuk menarik hati yang lalai mengingat Allah,

Agar segera berfikir tentangNya.

Ditulis Oleh:

Rahmana Faizah Residen
Rahmana Faizah
Residen