UNIRES UMY Gandeng MDMC dalam Edukasi Mitigasi Bencana bagi Mahasiswa Asrama

 

Salah satu program yang baru dilaksanakan UNIRES pada periode 2019/2020 ialah program Pelatihan Mitigasi Bencana sebagai upaya UNIRES dalam meningkatkan pengetahuan para residen juga staf kepembinaan UNIRES dalam penanggulangan bencana. Kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana semester ini dilaksanakan dua kali pada tanggal 15 Desember 2019 dan 22 Desember 2019. Materi penanggulangan bencana dibawakan oleh Budi Santoso, Sulistyo, Agung Nugroho Pamungkas, dan Harits Dwi Wiratma selaku perwakilan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Pelatihan Mitigasi Bencana disambut baik oleh para peserta dengan terlihatnya keaktifan dan antusiasme mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Dalam pelatihan ini, pemateri memaparkan beberapa pengetahuan penanggulangan bencana yang dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi kebakaran dan gempa bumi. Pemateri juga memberikan sesi diskusi pada para peserta mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Selain itu, pemateri juga memberikan sesi simulasi bencana untuk para residen. Pelatihan meliputi pembahasan akan prabencana, saat bencana, maupun pasca bencana; mulai dari persiapan logistik, area tempat siaga bencana, pertolongan pertama saat ada korban baik itu pada diri sendiri maupun orang lain, dan tentunya kesiapan diri agar tidak panik dan mengambil tindakan yang gegabah saat bencana terjadi.

Beberapa peserta kegiatan pelatihan mengaku banyak mendapatkan manfaat dari program yang diberikan oleh UNIRES kali ini. Salah satu residen putra bernama Apriadi dari program studi Manajemen 2019 mengatakan bahwa ia menyambut baik kegiatan ini, “Pelatihan ini dapat menambah khasanah pengetahuan baru kami sebagai residen terkait tanggap sigap kebencanaan.”. Peserta yang berdaeah asal Kalimantan Tengah yang notabene sering terkena bencana kebakaran lahan dan hutan ini lalu melanjutkan, “Hal ini juga sangat berguna dan aplikatif, mengingat para residen berasal dari berbagai macam wilayah Indonesia yang mungkin saja merupakan area yang rawan benacana alam.”. 

Selain itu, salah satu residen putri, Hodizahtulumaroh dari program studi Konseling dan Penyiaran Islam 2019, mengatakan hal serupa akan manfaat dari pelatihan ini, “Manfaat yang didapat banyak. Dari sini, kita dapat bekal tentang mengetahui cara menangani suatu bencana.”. Berkenaan dengan hal yang paling disukai dalam pelatihan, ia berkata simulasi saat menjadi relawan ialah yang paling menarik. Ia mengungkapkan bahwa menjadi relawan merupakan pekerjaan yang amat mulia dimana relawan harus mencurahkan waktu dan tenaga mereka. “Saya harap kedepannya kegiatan ini terus dilaksanakan agar para residen dan staf pembinaan lebih terbekali dengan pengetahuan akan penanggulangan bencana,” ungkapnya kemudian. (Rin)

 

 

Leave a Reply