Asrama Mahasiswa UMY

Segalanya Adalah Ibu

Spread the love
  • 3
    Shares

Tanganya yang tak pernah lelah menopang kita agar kita tak kelelahan, mulutnya yang tak henti-hentinya mengajarkan kita kebaikan, dan badanya yang selalu ia korbankan untuk buah hati yang selalu menjadi kesayangan.

Ibu memang hanya manusia biasa seperti kita. Ibu bukanlah seorang tentara yang gagah berperang di medan pertempuran dan ibu juga bukanlah seorang polisi yang selalu siap siaga menebas kejahatan. Ibu adalah sosok sederhana yang mengorbankan jiwa dan raganya untuk mengandung hingga melahirkan kita bahkan  pengorbanannya pun melebihi pengorbanan tentara dan polisi.

Ibu tulus, tak meminta balasan dari kita dan memang kita tak akan pernah bisa untuk membalas pengorbanan ibu. Namun merupakan sebuah kewajiban kita untuk menjaga ,menyanyangi ,dan merawat ibu seumur hidupnya karena kita bukanlah apa-apa tanpa sosok ibu di hidup kita.

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah  mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

birrul walidain adalah sebuah keutamaan di dalam islam. Dalam sebuah hadist : Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berjihad, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya. “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.” “Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).’” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Dalam hadist tersebut Rasulullah SAW lebih mengataskan berbakti kepada orangtua daripada berperang di medan pertempuran, karena hal tersebut juga merupakan jihad. Namun kita justru sering mengutamakan teman-teman kita daripada kedua orang tua kita terutama ibu. Bahkan kita sangat jarang menanyakan kabar ibu padalahal ibu tak henti-hentinya mencemaskan diri kita. Nama kita selalu disebut dalam doanya, namun kita sering lalai terhadapnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Begitu utamanya seorang ibu rasulullah pun menempatkan beliau 3 kali lebih utama daripada soerang ayah.

Tidak ada kata yang dapat mendeksripsikan kecintaan seorang ibu kepada anaknya. Telapak kakinya pun surga bagi anak-anaknya, maka lindungilah dan sayangilah ibu dengan penuh rasa kesayangan selagi kau bisa. Jalankan  perintah ibu , dan jangan lukai hatinya.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan  rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku di waktu kecil’.”(Al Isra(17):23-24).

Cintailah ibu , sayangilah ibu, lindungilah ibu. Ibu adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Allah SWT.

 

Penulis : Aulia Nur Satria
Usrah : Ibnu Thaimiyah
SR/ASR : Mahfud Khoirul Amin / Joko Lukito

Tinggalkan komentar