Memang sangat miris pada masa sekarang bahwa banyak orang-orang yang melupakan tahun baru agamanya sendiri, tetapi malah mengingat tahun baru agamanya orang lain. Kalau kita lihat banyak orang muslim yang mengikuti budaya barat dan pakaiannya itu banyak mengumbarkan aurat, sedangkan agama islam melarang umat muslim untuk menjaga auratnya dan menutupi seluruh anggota badan yang dapat menghantarkan nafsu seseorang. Bahwa pada jaman Rasullulah Saw, para sahabat dan orang-orang muslim mempertaruhkan nyawanya di jalan Allah Swt. Dengan cara berdakwah dan tidak pantang meyerah walaupun rintangan datang bertubi-ubi, sehingga sekarang agama islam sudah mendunia.Sangat disayangkan apabila orang islam tidak mengenal Tahun Hijriyah. Saya sebagai penulis akan memaparkan tentang Tahun baru hijriyah,mengapa tahun baru hijriyah harus dipaparkan?karena agar memberi pemahaman kepada umat muslim bahwa kita tahu tentang sajarahnya tahun baru islam, dan juga agar memiliki identitas atau jati diri bahwa kita itu mempunyai agama yang di ridhai oleh Allah Swt.Tahun pertama Hijriyah dimulai pada hari jumat,1 Muharram bertepatan dengan tanggal 16 juli 622 M. Dalam sistem perhitungan Tahun baru Hijriyah bermula dari masa Umar bin Al-Khattab r.a atau pasca 6 tahun wafatnya Nabi Muhammad Saw.Salah satu riwayat menyebutkan yaitu ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik bahwa suratnya terdahulu dikirim tanpa angka dan tahun.Beliau lalu bermusyawarah dengan para sahabat dan mereka besepakat bahwa dalam memperingati Tahun baru Hijriyah dikenal dengan Hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekah ke Madinah sebagai awal perhitungan Tahun baru Hijriyah dalam islam. Bulan Muharram adalah bulan yang suci bagi kaum muslimin dan Muharram dijadikan bulan pertama karena peristiwa hijrah di bulan Muharram itu jadi momentum bagi umat islam menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat, serta diakuinya secara hukum international. Sejak itu peristiwa itulah umat islam memiliki undang-undang formal, Hukum islam berdiri tegak dan legitimate,bukan aturan liar lagi tanpa dasar hokum. Hukum islam diambil dari Al-Qur’an dan AS-Sunnah. Banyak sebagian kaum muslimin melakukan berbagai ritual untuk memperingati dan merayakannya. Ada yang lebih parah dari itu bahwa sebagian mereka melakukan acara-acara yang pada hakekatnya adalah syirik.Seperti yang terjadi di daerah Yogyakarta, budaya larung sesaji bulan Muharram, di Surakarta ada arak-arakan kerbau yang bernama Kiai Slamet, di Gunung Lawu ada ritual khusus yang dilakukan oleh sebagian orang di malam tanggal satu Muharram atau lebih dikenal dengan Malam Satu Sura. Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw hanya menganjurkan umatnya untuk mengerjakan puasa pada bulan Muharram yang mulia, yaitu puasa sunah pada tanggal sepuluhnya. Dan, puasa ini adalah puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan. Kemudian, untuk menyelisihi kaum Yahudi yang juga berpuasa di tanggal sepuluh bulan tersebut, maka Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam mengisyaratkan untuk berpuasa pula pada tanggal sembilannya. Dan, puasa sunah bulan Muharram, akan menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya. Rasulullah saw. bersabda: وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim no. 1975).Jadi intinya pahamilah agamamu karena itu identitasmu dan jati dirimu.

NB: Gambar fitur di atas diambil dari http://assamawaat.org.

Biodata Penulis # Nama : Andrea Brillianto Widodo * Usrah : Abu Bakar Ash-Shiddiq * Fakultas/Jurusan : Hukum / Ilmu Hukum * Alamat Blog: – # Artikel ini merupakan juara ketiga pada kompetisi internal di Unires Putra UMY